RANGKUMAN SEJARAH
4mRUl YaHdI
|
2. Bisa dikatakan sejarah bila:
- Merupakan hal yang bermakna.
- Orang- orang yang penting/ berpengaruh.
- Peristiwa masa lalu yang bersejarah.
4. Sumber- sumber sejarah:
- Sumber lisan, misalnya dari saksi hidup.
- Sumber tulisan, misalnya dari prasasti.
- Sumber benda, misalnya dari Masjid, Candi, dll.
5. Pembagian zaman di Indonesia:
- Zaman prasejarah, yaitu zaman di mana belum ditemukannya sumber- sumber tulisan melainkan hanya benda- benda sederhana.
- Zaman sejarah, yaitu zaman yang telah ditemukannya sumber- sumber tertuulis dan tahapan kehidupan manusia lebih maju.
6. Manusia- manusia pada zaman prasejarah:
1. Megantrhopus Palaeojavanicus(Manusia raksasa dari jawa kuno).
2. Pithecntropus(Manusia kera).
3. Homo(Manusia).
7. Cara penentuan umur:
- Sratigrafi, berdasarkan bentuk benda.
- Tipologi, berdasarkan lapisan tanah.
- Kimiawi, berdasarkan zat- zat kimia.
8. Meganthropus Palaeojavanicus ditemukan oleh Ralph von Koeningswald(arkeolog Belanda) pada tahun 1930 di daerah Sangiran. Diketahui secara Tipologi bahwa fosil ini berada pada lapisan pucangan. Sementara itu umurnya diperkirakan 1- 2 juta tahun. Fosil yang ditemukan adalah fosil rahang atas dan bawah serta gigi lepas.
Ciri- ciri Meganthropus Palaeojavanicus:
- Badan tegap dan memiliki tonjolan dibelakang kepala.
- Tidak berdagu.
- Tulang pipi tebal dengan tonjolan di kening yang menonjol.
- Otot kunyah, gigi, dan rahang kuat.
- Makanan: Tumbuh- tumbuhan.
9. Pithecantropus secara tipologi berada pada lapisan Pucangan dan Kabuh. Umurnya diperkirakan 30.000- 2 juta tahun.
Ciri- cirri Pithecanthropus:
1. Tinggi: 165- 180.
2. Badan tegap, tidak setegap Meganthropus.
3. Otot kunyah tidak sekuat Meganthropus
4. Hidung lebar dan tonjolan di kening melintang sepanjang pelipis.
5. Tidak berdagu.
6. Makanannya: Tumbuhan dan hewan hasil buruan.
Pithecantropus banyak jenisnya, yaitu:
- Pithecanthropus Mojokertensis(Manusia kera dari Mojokerto), ditemukan Ralph von Koeningswald di Mojokerto tahun 1936 berupa fosil anak- anak. Jenis ini disebut juga Pithecantropus Robustus.
- Pithecanthropus Erectus(Manusia kera yang berjalan tegap), ditemukan Eugene Dulbois di Trinil, Lembah Bengawan Solo tahun 1890. Fosil berupa bagian atas tengkorak, tulang rahang, geraham, dan tulang kaki.
- Pithecanthropus Soloensis(Manusia kera dari Solo), Ditemukan oleh Ralph von Koeningswald dan Oppernoth di Ngandung, Sangiran, di tepi Sungai Bengawan Solo. Fosil berupa tulang tengkorak dan tulang kering.
10. Homo, berada pada lapisan Notopuro. Berumur kira- kira 25.000- 30.000 tahun.
Ciri- cirri homo:
- Tinggi 130- 210.
- Sudah berdagu.
- Tonjolan di kening telah berkurang.
- Lebih cerdas dari Meganthropus dan Pithecanhropus.
- Memiliki cirri ras Mongoloid dan Australinosoid.
Jenis- jenis homo:
- Homo Soloensis(Manusia dari Solo), ditemukan oleh Ralph von Koeningswald dan Weidenrich di Ngandung, Sangiran tepi Sungai Bengawan Solo, antara tahun 1931- 1934. Fosil berupa tulang tengkorak. Dari volume otak diketahui nahwa jenis ini sudah Homo.
- Homo Wajakensis(Manusia dari Wajak), ditemukan oleh Eugene Dulbois tahun 1890 di daerah Wajak. Diketahui jenis ini dapat memasak makanannya sendiri dan membuat peralatan dari tulang/ batu.
11. Pembagian babak zaman prasejarah di Indonesia.
- Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana.
- Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut.
- Masa bercocok tanam.
- Masa perundagian.
12. Pembagian babak zaman prasejarah menurut perkembangan teknologi:
- Palaeolitikum, zaman batu tua.
- Mesolithikum, zaman batu tengah.
- Neolithikum, batu baru.
- Zaman besi dan perunggu.
13. Peninggalan zaman prasejarah di Indonesia:
Alat batu:
- Kapak genggam/ perimbas.
- Alat serpih.
- Beliung persegi.
- Sumatralith.
- Kapak lonjong.
- Mata panah.
Alat tanah liat: Gerabah.

|
- Arca.
- Menhir.
- Dolmen.
- Sekofagus (Kubur peti batu).
- Kubur batu.
- Waruga (Kubur batu dengan atap).
- Punden berundak.
14. Peta jalur perdagangan menuju Indonesia pada awal Tarikh Masehi yang menjadi bukti terkuat peta itu adalah catatan berupa berangka dari Dinasti Chin, Cina tahun 250 M.
15. Jawa mulai mengenal adanya Agama Hindu pada abad ke- 5 M ketika Kerajaan Tarumanegara berdiri.
16. Prasasti Yupa yang berasal dari Kerajaan Kutai adalah sebuah tugu tempat penambatan hewan kurban.
17. Dinasti Syailendra adalah Dinasti yang berdiri pada abad ke- 8 M dirintis Bhanu.
![]() |
18. Penyebab runtuhnya Kerajaan Majapahit:
- Sepeninggal Hayam Wuruk dan Patih Gajahmada, tak ada lagi pemimpin yang cakap.
- Perang Paregreg (Perang saudara) selama 5 tahun.
- Kekosongan kekuasaan.
- Munculnya Kerajaan Demak.
Rangkuman Sejarah Semester 2.
1. Khulufaur Rosyidin:
- Abu Bakar Ash Siddiq.
- Umar Bin Khattab.
- Usman Bin Affan.
- Ali Bin Abi Thalib.
2. Dinasti Umayyah.





3. Dinasti Abbasiyah.





4. Hubungan Indonesia dengan Asia Barat:




5. Dinasti Syafawi/ Kerajaan Syafawi:






6. Kerajaan Islam di India:
1. Kerajaan Ghaznawi dan Kerajaan Delhi (Runtuh abad ke- 14).
2. Kerajaan Mughal.
7. Kerajaan Mughal:




8. Pusat- pusat Islam di Asia: Makkah, Madinah, Isfahan, Baghdad, Delhi.
9. Perkembangan- perkembangan Makkah dari zaman ke zaman:



10. Kota Baghdad.



11. Latar belakang masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia:


12. Proses penyebaran Islam di Indonesia:
1. Pedagang Muslim mendirikan permukiman.
2. Kekuatan ekonomi beralih menjadi kekuatan politik.
13. Mengapa Islam mudah diterima di Indonesia:
- Syarat masuk islam mudah.
- Ibadah dalam Islam mudah.
- Agama Islam tidak mengenal sistem kasta.
- Agama Islam berbaur dengan adat dan kebiasaan.
- Kemunduran kerajaan- kerajaan besar seperti Majapahit dan Sriwijaya memperlancar bekembangnya Islam di Indonesia.
14. Cara penyebaran Islam:
- Perdagangan.
- Perkawinan.
- Pendidikan.
- Politik.
- Kesenian.
15. Sumber- sumber sejarah:
- Catatan Dinasti Tang, pada abad ke 7 M sudah ada permukiman Muslim di Baros (Sumatera).
- Catatan Marco Polo, pada abad ke- 13 M sudah ada permukiman Muslim di Perlak.
- Catatan Mahuan, pada abad ke 15 M sebagian besar masyarakat Pantai Utara Jawa telah memeluk Agama Islam.
- Sume Oriental dari Tome Pries, pada abad ke 16 M Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Maluku sudah memeluk Agama Islam.
- Ditemukannya batu nisan di Leran Gresik yang bertuliskan Fatimah Binti Maimun.
- Pemakaman di Tralaya dan Trowulan.
18. Pemegang peranan penyebaran Islam di Indonesia:



17. Agama Islam yang dibawakan oleh Pedagang- pedagang Muslim dari Arab, Persia, dan Gujarat (India), kemudian disebarkan oleh para Ulama dan Mubalig Indonesia:



18. Nama- nama Wali Sanga beserta tempat kedudukannya:
1. Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik): Gresik.
2. Sunan Ampel (Raden Rahmat): Ampel.
3. Sunan Bonang (Mahdum Ibrahim): Bonang.
4. Sunan Drajat (Syarifudin): Drajat.
5. Sunan Giri (Raden Paku): Giri.
6. Sunan Muria (Raden Umar Said): Muria.
7. Sunan Kalijaga (Joko Said): Kadilangu.
8. Sunan Kudus (Jafar Sidiq): Kudus.
9. Sunan Gunungjati (Syarif Hidayatullah): Gunungjati, Cirebon.
19. Peranan Pedagang Muslim:
- Asal: Arab, Persia, dan Gujarat (India).
- Waktu: Sejak abad ke- 7M.
- Alasan:
1. Tidak ada yang membedakan kewajiban seorang pedagang dan seorang Muslim untuk menyebarkan ajaran Agama Islam.
2. Perdagangan pada masa Islam cenderung menguntungkan.
20. Peranan Muslim China:



1. Masjid dan Makam (Masjid Cheng Ho dan Makam seorang Muslim China).
2. Berita dari Kudus: Hidup seorang Muslim China bernama Kyai Telingsing (Mbah Sing), ada yang menyebutnya The Ling Sing dan Tan Ling Sing.
3. Berita dari Salatiga: Hidup seorang Muslim China di Kalibening, Raduacir bernama Lie Bing Ing.
4. Ekspedisi Laksamana Cheng Ho.
21. Laksamana Cheng Ho/ Zheng He:
Cheng Ho adalah seorang Muslim China yang hidup sekitar abad ke XV. Cheng Ho lahir dari pasangan Ma Hazi dan Wen pada tahun 1371. Selama hidupnya Cheng Ho yang juga dikenal dengan sebutan Zheng He telah melakukan 7 kali perjalanan antarbenua selama 28 tahun (1404- 1433). Cheng Ho juga telah singgah di Kepulauan Nusantara sebanyak 7 kali. Dia pernah memberikan Lonceng Raksasa Cakradonya pada Sultan Aceh. Selain itu, beliau juga pernah menghadiahkan piring dengan tulisan Ayat Kursi kepada Sultan Cirebon. Dia juga pernah melakukan Khotbah di depan ratusan jema’ah di Surabaya. Tokoh- tokoh lainnya yang pernah mengikuti perjalanan Cheng Ho ialah Ma- Huan, Guo Chongli, Fe- Xin, Hassan, Shabban, dan Puheri.
22. Kerajaan Samudra Pasai:
Pendiri: Sultan Malik As Saleh.
Tempat: Sungai Peusangan, Aceh.
Bukti Sejarah: Batu Nisan Sultan Malik As Saleh yang berangka tahun 635 Hijriyah yang berarti tahun 1297 M.

Raja- raja yang pernah memerintah:
1. Sultan Malik As Saleh: Pada massa pemerintahannya, Samudra Pasai cukup maju dan benyak daerah sekitar memeluk Islam.
2. Sultan Muhammad Malik At- Tahir: Pada masanya pernah singgah seorang Maroko bernama Ibnu Batutta.
3. Sultan Mahmud Az- Zahir: Menggantikan Sultan Malik At- Tahir ketika Sultan Malik At- Tahir sedang melakukan perjalanan dari Delhi ke China. Samudra Pasai mengalami kemunduran. Adiknya, Sultan Mansur Az- Zahir memecah kerajaan.

23. Kerajaan Aceh Darussalam:


1. Alaudin Riayat Syah.
2. Iskandar Muda: Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Aceh mencapai puncak kejayaan.
3. Iskandar Thani: Mementingkan pengembangan dalam negeri.

24. Kerajaan Demak:



1. Raden Patah.
2. Adipati Yunus.
3. Sultan Trenggana: Pada masa pemerintahan Sultan Trenggana, Demak mencapai puncak kejayaannya. Langkah- langkah yang dilakukan Sultan Trenggana: Untuk menjadikan Demak pusat kekuasaan di Jawa dia menaklukan Utara Jawa dan untuk menjadikan Demak sebagai pusat penyabaran Agama Islam, Sultan Trenggana ikut menyebarkan Islam ke Kalimantan Selatan dan membantu berdirinya Kerajaan Banjar.

25. Kerajaan Pajang:


26. Kerajaan Mataram:


1. Panembahan Senopati (Sutawijaya).
2. Panembahan Seda Kaprak (Mbah Jolang).
3. Sultan Agung Haryokrokusumo.
4. Amangkurat I.
5. Amangkurat II.

1. Kesultanan Yogyakarta yang dipimpin Sultan Hamengkubowono I.
2. Kesunanan Surakarta yang dipimpin oleh Susuhan Hamengkubowono III.

1. Kesultanan Yogyakarta.
2. Kesunanan Surakarta.
3. Kerajaan Paku Alam.
4. Kerajaan Mangkunegara.
27. Kerajaan Cirebon:



1. Panembahan Ratu.
2. Panembahan Giri Laya.

28. Kerajaan Banten:


1. Hasanuddin.
2. Panembahan Yusuf.
3. Maulana Muhammad: Memerintah pada usia 9 tahun yang memerintah adalah Mangkubumi, karena beliau masih terlalu kecil.
4. Sultan Ageng Tirtayasa: Pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa, Banten mencapai puncak kejayaannya.

29. Kerajaan Gowa- Tallo/ Kerajaan Makassar:


1. Sultan Alaudin (Daeng Manrabia).
2. Sultan Hasanuddin: Pada masa pemerntahan Sultan Hasanuddin, Kerajaan Makassar mencapai puncak kejayaannya. Dia terkenal dengan sifatnya yang keras menentang Belanda. Sampai- sampai Belanda menyebutnya “de Haan van de Oosten” yang artinya “Ayam Jantan dari Timur.”
3. Maposamba: Anak dari Sultan Hasanuddin. Dia mewarisi sifat tegas Ayahnya. Namun sifat tegasnya itu tanpa perhitungan matang. Sehingga pada akhirnya VOC berhasil menguasai Makassar.

1. Kerajaan Makassar memberikan daerah- daerah yang strategis.
2. VOC boleh memegang monopoli perdagangan Kerajaan Makassar.
3. VOC boleh membuat benteng di daerah Kerajaan Makassar, yaitu: Fort de Rotterdam.
30. Kerajaan Ternate- Tidore:


1. Zainal Abidin.
2. Sultan Tabariji.
3. Sultan Khairun.
4. Sultan Baabullah: Pada masa pemerintahan beliau, tahun 1575 Portugis berhasil diusir. Dan rakyat Maluku menghirup kemerdekaan untuk sementara.

31. Peninggalan- peninggalan sejarah Islam di Indonesia terdiri dari:




32. Peninggalan berupa masjid:




33. Peninggalan berupa keraton:





34. Peninggalan berupa batu nisan:




35. Kaligrafi adalah seni menulis indah. Kaligrafi bernafaskan Islam biasanya merupakan rangkaian dari ayat- ayat suci Al- Qur’an. Contoh:



36. Peninggalan berupa Hikayat:





Rangkuman Sejarah.
1. Perkembangan Agama Hindu di Asia Selatan.
Agama Hindu pada awalnya berasal dari India, tepatnya Sungai Indus. Di sekitar sungai itu sudah ada sebuah peradapat sejak tahun 3000- 2000SM, yaitu Peradaban Lembah Sungai Indus. Bukti adanya peradaban tersebut adalah ditemukannya peradaban kota Mohenjo Darro dan Harappa.
Peradaban di Lembah Sungai Indus dihuni oleh bangsa Dravida (Daas berarti hitam). Mereka telah mengenal sistem kota dan mengerti tulisan dengan menggunakan gambar (pictogram). Tahun 1500SM bangsa Draida mengalami kemuduran, hal itulah yang membuat Bangsa Arya menginvasi Sungai Indus melalui celah Kaibar.
Awal mula Agama Hindu adalah invasi dari Bangsa Arya. Bangsa yang berpindah- pindah dan nomadik ini berasal dari Asia Tengah. Mereka melakukan invasi ke Jazirah India terutama Sungai Indus. Pada saat itu bangsa Dravida sedang mengalami kemunduran sehingga bangsa Arya mulai menguasai peradaban tersebut.
Bangsa Arya mulai mengatur bangsa Dravida karena bangsa Dravida yang berkulit hitam dianggap lebih lemah. Namun, walaupun mereka bertentagan tetapi terjadilah sebuah asimilasi/ pergabungan 2 kebudayaan Arya dan Dravida yang menghasilkan Kebudayaan Weda yang merupakan dasar Agama Hindu.
Hindu sebetulnya sudah ada sejak zaman Peradaban Sungai Indus. Orang- orang Persia- lah yang membuat panggilan bagi para penduduk di sekitar Sungai Indus dengan nama Hindu. Begitu pula agama yang dianutnya juga disebut Hindu.
Bangsa Arya mulai menyebar ke Timur menyebabkan penduduk- penduduk di sekitar Sungai Gangga, Yamuna, dan Brahmaputera memeluk Agama Hindu. Dan di daerah- daerah itu mulailah dibangun beberapa kota.
Penyebaran Agama Hindu oleh Bangsa Arya terbagi menjadi dua:
- Masa Weda Awal (1500- 1000SM) periode perintis, bangsa Arya mulai memasuki Sungai Indus dan menguasainya. Bangsa Arya mulai melakukan penyebaran Agama Hindu.
- Masa Weda Akhir (1000SM- 500BC) periode perkembangan, bagsa Arya membangun masyarakat dan pemerintah.
2. Kehidupan masyarakat.
Dalam kehidupan masyarakat bangsa Arya menerapkan sitem kasta, yang terdiri dari:
- Brahmana (kaum para rohaniwan dan ilmuwan).
- Kesatria (kaum para prajurit, pemerintah, dan pejabat).
- Waisya (kaum para pedagang).
- Sudra (kaum para pelayan, pengrajin, budak, dan sejenisnya).
Bangsa Arya juga menciptakan satu kasta lagi yaitu Pariya, kaum yang terbuang.
3. Kehidupan keagamaan.
Sejak tahun 700 M, Agama Hindu mengalami pembaharuan. Agama masih bersifat polyteis tetapi telah mempercayai 3 Dewa utama yang disebut Trimurti, yang terdiri atas Brahma (Dewa Pencipta), Dewa Wisnu (Dewa Pemelihara), dan Syiwa (Dewa Perusak). Selain ketiga itu ada juga Dewa- Dewi lainyya, contohnya Saraswati (Dewi Pengetahuan), Lakhsmi (Dewi Keberuntungan), dan Ganesha (Dewa Pengetahuan dan Penolong).
Dalam kehidupan Agama Hindu juga mengenal kegiatan keagamaan, yaitu: Ziarah, Ibadah, dan perayaan suci.
4. Tokoh yang berpengaruh dalam pembaruan Hindu adalah Ram Mohan (Brahma Samaj) dan Dayananda (Arya Samaj) mereka membuat sebuah Agama Hindu yang menyembah pada satu Tuhan dan Hindu yang adil (tidak ada kasta) serta demokratis.
5. Perkembangan Buddha
Agama Buddha disebarkan oleh Sidharta Gautama dari Dinasti Sakhya. Ayahnya bernama Raja Sudodana dan ibunya bernama Maya.
Pada usia 29 tahun Sidharta bersama pembantunya Chana berkeliling melihat desa di sekitar istana. Pada saat itulah dia melihat apa yang belum pernah dilihatnya: orang tua, orang yang sakit, orang meninggal yang berada dalam keranda, dan seorang pengemis. Pada saat itulah dia menyadari tanda- tanda sengsaranya kehidupan, yaitu: penuaan, penyakit, dan kematian.
Untuk mencari makna kehidupan Sidharta meninggalkan istri dan keluarganya. Selama 6 tahun dia berkelana dan telah berguru kepada beberapa rahib ternama. Contohnya Alara Kalama dan Uddaka Kamaputta. Pada suatu hari Sidharta sampai di sebuah pohon di tepi Desa Gaya, dekat Bihar, di sekitar kawasan Sungai Gangga. Dia duduk bersila di bawah pohon itu. Ketika itulah dia mencari apa yang dicari: menjadi makna kehidupan. Peristiwa inilah yang menjadikan Sidharta sebagai Buddha.
Peristiwa petunjuk yang didapatkan oleh Buddha dinamakan dengan nama Bodh Gaya, dan pohon tempatnya bertapa dinamakan Pohon Bodhi.
6. Kehidupan masyarakat.
Kotbah pertama Sang Buddha terjadi di Taman Rusa Isipathana, di Sarnath, Benares. Saat itu dia memperoleh empat murid pertamanya. Bersama murid- muridnya dia berkeliling menyebarkan ajaran Buddha. Kemudian mendapatkan banyak pengikut. Ada beberapa pengikut yang mengikti kehidupan Buddha sebagai rahib. Pengikut- pengikut ini disebut bikkhu (untuk laki- laki) dan bikkhuni (untuk wanita). Mereka hidup dalam sebuah kelompok yang bernama Sangha.
Dalam kehidupan Buddhist tidak mengenal sistem kasta. Para rahib dan masyarakat Buddhist tidak ada perbedaan, mereka disebut putra- putri Buddha. Mereka saling mengajarkan satu sama lain untuk mengamalkan ajaran- ajaran Buddha, yang disebut Dharma. Tugas para rahib ialah untuk memurnikan ajaran Buddha dan mengajarkannya.
7. Kehidupan keagamaan.
Agama Buddha berpedoman pada sebuah kitab, yakni Kitab Tripitaka. Tripitaka berarti 3 keranjang, hal ini dikarenakan kitab tersebut ditulis di daun lontar dan disimpan di keranjang. Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Pali. Dalam ajaran Buddha mengenal Empat Kebenaran Utama dan Delapan Jalan Menuju Kebenaran. Dalam kehidupan keagamaan, Buddhist melakukan ibadah, ziarah, dan perayaan suci.
8. Masa kejayaan Hindu- Buddha.
Masa kejayaan Hindu- Buddha mulai muncul pada masa Dinasti Maurya yang didirikan oleh seorang panglima perang, Chandragupta Maurya pada tahun 322 SM. Pada kala itu Agama Hindu dan Buddha bergantian menjadi agama kerajaan.
Masa kejayaan Dinasti Maurya terjadi saat pemerintahan Raja Asoka. Pada masa Raja Asoka, Buddha dijadikan sebagai agama kerajaan. Selepas Raja Asoka wafat, terjadilah kekacauan di India. Selama 500 tahun mereka berganti- ganti kekuasaan dengan bangsa Yunani, Kushnan, dan Sakha. Barulah pada abad ke- 4 M, Chandragupta I mendirikan Dinasti Gupta.
Masa kejayaan Dinasti Gupta terjadi pada masa pemerintahan Chandragupta II, pada masa itu bahasa sansekerta berkembang menjadi bahasa sastra. Ilmu- ilmu seperti matematika dan astronomi berkembang pesat. Agama Hindu mencapai puncak kejayaannya pada masa ini.
9. Perkembangan Buddha di China.
Agama Buddha mulai dikenal sejak tahun 65 M. Disebarkan oleh 2 rahib dari India yang dipanggil Kaisar Ming dari Dinasti Han untuk mendirikan beberapa tempat bertapa. Sebelum Agama uddha ada, ada juga Agama Confucianisme (Kung-Fu-Tzu) dan Taoisme (Lou Tze).
Penyebaran Buddha di China terbagi menjadi 2 daerah:
- Utara (Kepercayaan Confucianisme dan Taoisme tidak begitu kuat).
- Selatan (Kepercayaan Confucianisme dan Taoisme sangat kuat).
Agama Buddha mulai berkembang pada akhir abad ke- 4 M, di mana 90% penduduk China telah memeluk Agama Buddha.
10. Masa kejayaan dan kemunduran Buddha di China.
Masa kejayaan Hindu- Buddha di China mulai terjadi saat zaman Dinasti Sui, abad ke- 6 sampai 7 M. Ketika itu Utara dan Selatan sudah bersatu. Pada masa Dinasti Tang, Buddhisme mencapai puncak kejayaannya, yaitu abad ke- 7 sampai 10 M.
Pada masa Dinasti Tang, telah didirikan sekolah- sekolah bercorak Buddha. Buddha juga menjadi agama kerajaan. Tokoh- Tokoh berpengaruh adalah Zhiyi (Chi-I), Jizang (Chi- Tsang), Shandao (Shantao), dan Huining (Huineng). Ada juga beberapa rahib yang belajar di India, seperti Fa Hien.
Kemunduran Buddha terjadi pada akhir Dinasti Tang. Pada saat itu Sangha dituduh semakin kaya (karena tidak membayar pajak) sehingga mempengaruhi dana kerajaan. Akibatnya Sangha menjadi sasaran pemerintah. Banyak biara yang dihancurkan. Biksu dan Bikkhuni dibunuh, serta lahan biara menjadi milik pemerintah. Kekacauan ini terjadi hampir selama seabad. Meskipun Buddhisme kembali lagi ke China, tetapi tidak pernah mencapai kejayaan seperti waktu itu.
11. Perkembangan Buddha di Jepang.
Agama Buddha di Jepang mulai ada sejak zaman kaisar Shotoku Taishi pada abad ke- 6 M. Pada masa Nara, Agama Buddha menjadi Agama Negara. Di ibukota Nara didirikan sebuah patung Buddha setinggi 16 m bernama Shonno Tenno. Sebelum ada Agama Buddha ada Agama Shinto, yaitu kepercayaan menyembah matahari.
Tokoh- tokoh yang menyebarkan Agama Buddha adalah Saicho dan Kukai. Kepercayaan Buddha di Jepang dikenal sebagai Buddhisme Zen, yang merupakan lanjutan dari Buddhisme Chang dari China.
12. Perkembangan Hindu- Buddha di Asia Tenggara.
Hindu dan Buddha mulai dikenal pada zaman perunggu. Agama Hindu dan Buddha diperkirakan terjadi karena hubungan perdagangan dengan India.
Dalam kehidupan politik, raja dianggap memiliki kekuasaan yang mutlak (absolut) dan dianggap sebagai:
- Devaraja: Raja dianggap sebagai Dewa.
- Cakravani: Raja dianggap sebagai penguasa alam semesta.
Kerajaan bercorak Hindu dan Buddha di Asia Tenggara:
1. Funan: Kampuchea.
2. Chenlan: Kampuchea.
3. Campa: Vietnam.
4. Dvaravati: Thailand.
5. Khmer: Kampuchea.
6. Pagan: Myanmar.
Dalam kehidupan beragama, rahib dan kalangan brahmana dianggap sebagai kalangan atas dan terpandang. Hal ini dikeranakan oleh faktor:
• Agama: Hanya para rahib dan brahmana saja yang mengetahui isi kitab karena ditulis dengan bahasa sansekerta yang bukan bahasa sehari- hari.
• Ilmu pengetahuan: Dalam pengetahuan masyarakat kuno, ilmu pengetahuan dianggap berasal dari penanaman ajaran agama, maka para rahib dan brahmana-lah yang berperan.
13. Hubungan Indonesia dengan mancanegara mulai terjadi pada:
- Awal Masehi.
- Hubungan berawal dari hubungan perdagangan.
- Kemudian berkembang menjadi hubungan agama, budaya, dan politik.
- Hubungan dilakukan melalui pelayaran.
14. Berita dari China.
Dari beberapa catatan pada masa Dinasti Han, Yuan, Sung, dan Ming Indonesia telah melakukan hubungan dagang dengan China pada awal Tarikh Masehi. Hubungan dagang itu adalah jual beli keramik (porselen).
Berita datang juga dari Fa Hien ketika dia terdampar di Tolomo dalam perjalanannya dari India- China selama 5 bulan. Dia menceritakan pedagang- pedagang di Tolomo merupakan pedagang yang hebat dalam menawarkan barang dagangannya. Ternyata Tolomo yang dimaksud adalah Kerajaan Tarumanegara pada abad ke- 5 M.
I-Tsing juga menyampaikan kesannya di Sriwijaya. I-Tsing yang merupakan peziarah dan rahib dari China ini menceritakan bahwa Sriwijaya dapat disejajarkan oleh pusat- pusat penyebaran Agama Buddha di India dan China. Karena di sana diadakan pelajaran Bahasa Sansekerta dan Pali kepada para rahib sebelum berangkat ke China dan India.
15. Berita dari Yunani.
Datang dari ahli geografi Cladius Ptolomeus, yang menceritakan kapal- kapal yang berlayar ke India melanjutkan pelayarannya ke Kepulauan Aurea Chernosseus. Kapal- kapal itu singgah di Barosae, Sabadipa, Sindae, dan Iabadioum. Ternyata Aurea Chernosseus adalah Indonesia. Sementara itu Barosae adalah Baros (kota dagang kuno di Sumatera), Sabadipa adalah Suvarnadwipa/ Sumatera, Sindae adalah Sunda, dan Iabadiou adalah Jawa.
Berita lain terdapat pada buku pelayaran ke laut “Erytarea” yang menyebutkan 27 pelabuhan yang dilakukan perdagangan mancanegara. Diantaranya disebutkan bandar- bandar di Indonesia.
16. Berita dari India.
Terdapat pada Kitab Epos Ramayana yang menceritakan Hanuman mencari Dewi Shinta sampai Javadwipa.
Juga terdapat di Piagam Nalanda. Di iagam tersebut Sriwijaya diceritakan memiliki 2 pelabuhan penting di Selat Malaka, yakni Bandar Sriwijaya di Sumatera dan Bandar katana di Igor, Semenanjung Melayu.Di sana diperdagangkan barang- barang hasil hutan dan perkebunan serta barang tambang.
17. Berita dari Arab.
Para saudagar dan ahli geografi dari Arab sudah menceritakan tentang Indonesia pada abad ke- 6 M. Mereka menyebut sebuah kerajaan dengan nama Zabaq/ Sribuza yang ternyata adalah Kerajaan Sriwijaya. Rayhan Al Beruni menyebutkan bahwa kepulauan di Sribuza adalah Suwarndwip yang berarti “Kepulauan emas”. Hal ini dikarenakan Indonesia banyak memiliki sumber daya alam yang bagaikan emas, seperti kayu wangi. Indonesia juga disebutkan sebagai salah satu negeri yang baik dalam perdagangan dan negeri yang kaya akan emas.
18. Berita dari Vietnam.
Serangan dari Jawa dan pulau- pulau Selatan pada abad ke- 8 M. Serangan oleh Syailendra tersebut menyerang pusat kerajaan Campa. Hal ini juga diperkuat oleh catatan Campa yang menyatakan bahwa pasukan dari Jawa pernah menghancurkan beberapa tempat dan sempat menguasai Kampuchea sementara.
19. Berita dari Thailand.
Berasal dari Prasasti Nakhon si Thammarat pada abad ke- 8. Di prasasti itu diceritakan bahwa pembangunan beberapa kuil dan biara suci oleh raja Sriwijaya.
20. Hubungan dengan India.
Perdagangan: Indonesia menjual emas, perak, rempah- rempah, dan beras.
India menjual pakaian dan permata.
Kebudayaan: Candi.
Keagamaan: Pertukaran rahib (Rahib India diundang ke Indonesia untuk mengajar dan rahib Indonesia diundang ke India untuk belajar) pada abad ke- 2 M.
Sosial: Sistem Kasta dilakukan.
Politik: Sebelum ada kerajaan Indonesia mengenal Tetua untuk sebuah kelompok.
21. Hubungan dengan China.
Perdagangan:
- Adanya sistem upeti/ pajak.
- Hak Istimewa untuk Raja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar